Confidence is Important♡♡ UAS TIK Amalia Yuliyanti
Yang paling menonjol di kelas? Bukan! itu bukan aku.
Paling bisa diandalkan di kelas? Itu! Orangnya ada di sana!
Hmmm... paling berpengaruh di kelas? Maaf, jelas saja aku tidak begitu.
Aku hanyalah seseorang yang biasa saja. Mahasiswa yang tidak mencolok dan tidak menjadi pusat perhatian. Di kelas, aku tidak masuk dalam diskusi panas yang teman-teman lain semangatkan. Aku juga bukan bagian dari mereka yang aktif dan suka berlarian ke sana kemari untuk sebuah organisasi atau event yang diadakan.
Aku tau itu bukanlah suatu yang bisa dibanggakan apalagi dijadikan teladan. Namun, aku memilih jalan yang begini. Aku memilih untuk menjadi tidak terlihat karena perasaan tidak percaya diri.
Namun....Aku ingat hari itu.
Hari Rabu yang panas di bulan Oktober. Tepat saat mata
Kuliah tentang Matematika yang diampu oleh dosen killer. Ya.. kami
mahasiswanya menganggap begitu. (hehe. Maaf tidak menyebutkan dengan spesifik.
Aku takut akan ketara sekali hihi). Beliau menuliskan beberapa soal di papan tulis.
Kurasakan aura teman-teman yang berbeda. Ada yang terlihat menunduk, melirik
takut-takut, atau bahkan menggigit bibir karena cemas. Apa? Apa yang salah
dengan soal matematika tersebut?
Bu Dosen kemudian menunjuk beberapa temanku untuk menjawab soal yang ada di depan. Beberapa dari mereka terdengar berkata, “aduh!” . Mereka kemudian nampak kebingungan dengan soal matematika yang mereka hadapi. Bu Dosen juga (ehm) jujur terlihat agak kesal karena teman-teman cukup kesulitan.
Hingga pada soal yang terakhir, Bu Dosen bertanya, “Ada yang bisa mengerjakan soal nomer 5?” Dengan hati yang berdebar kencang, aku mengangkat tangan. Seisi kelas menatapku dengan pandangan yang sulit dibaca; aku tidak mengerti. Namun itu membuatku semakin berdebar hingga menundukkan kepala untuk berjalan ke depan.
Aku mengerjakan soal matematika di papan tulis dengan ehm—jujur saja cukup gugup namun juga percaya diri. Jenis soal begini.. aku pernah mengerjakannya beberapa kali sewaktu SMA. Saat aku selesai dengan soal tersebut, aku menengok pada Bu Dosen yang tersenyum padaku. Dan voila! Jawabanku benar! Seisi kelas kemudian kembali menatapku. Namun sepertinya kali ini aku mengerti maksudnya. Sepertinya mereka agak kaget dengan aku yang tiba-tiba berkutat dengan matematika begini. Beberapa dari mereka ikut tersenyum bersama hatiku yang diam-diam lega. Dan semenjak saat itu, aku menjadi cukup terlihat.
Di hari-hari berikutnya , teman-teman jadi cukup sering meminta bantuan tentang PR matematika yang sulit. Atau diskusi bersama membahas soal matematika yang dirasa susah dipecahkan. Saat itulah aku kadar kepercayaan diriku sedikit naik. Namun tentu saja aku bukanlah yang ahli sekali. Aku juga masih harus banyak berlatih, aku juga masih harus banyak belajar. Namun aku juga senang dengan diriku yang begini.
Dengan menemukan sesuatu yang membuatku percaya diri, aku merasa lebih hidup(?). Yang kemudian membuatku lebih mencintai diri sendiri. Hatiku lebih nyaman. Aku ingin memeluk diriku sendiri.
Mengenai apa yang kutuliskan disini, mungkin bukan suatu pencapaian yang luar biasa.
Tulisan ini bukanlah mengenai aku yang jago atau dikenal pandai dalam matematika. Tidak, ini tidak begitu. Tulisan ini adalah mengenai pencapaian tersendiri Amalia Yuliyanti—yang perlahan menemukan rasa percaya diri.
Kepercayaan diri itu penting.
Having confidence encourage you to love yourself more.
Ditulis oleh Amalia Yuliyanti.
Kelahiran tahun 2000 di Ponorogo.
Dengan NIM 203190125 di kelas PGMI-D.
Komentar
Posting Komentar